Mengapa Harus Merendahkan?


“hahahaha, mana mungkin kamu bisa masuk tentara, badan mu kurus cungkring gitu juga!”
“hah?! Yakali lu bisa ranking 1, ngaca lah wkwk”

Pernahkah kalian mendengar kata kata seperti itu? Satu sisi itu membangkitkan semangat untuk dapat membuktikan. Di sisi yang lain, itu menjadikan kata kata yang menyakitkan yang dapat menjatuhkan semangat perubahan. Perlu diketahui, mungkin kalian sadar akan kemampuan belajar yang jauh di bawah rata rata teman sebaya nya, yang bilamana contohnya bila ada tugas kelompok, kehadiran kita sering di pandang sebelah mata bukan?

“ahh, sekelompok sama dia bisa apa sih, paling numpang nama doang .”
“Pak, gamau ah sekelompok sama si dia mah, suka ga kerja!”

Oke, mungkin ini merupakan penilaian manusia ketika pertama kali mengenal sifat dan kemampuan temannya, biasanya ini dilakukan ketika awal ketika kita diterima disekolah baru. Ketika awal pembelajaran, misal si “A” wah pinter banget ketika diskusi,enak diajak ngobrol, tapi si “B” pendiem,lama mikir. Hal seperti inilah yang membuat mindset penilaian terhadap orang ditetapkan.

Penilaian first impression itu sungguh abu abu, kita tak bisa menetapkan kualitas manusia dari first impression saja, setiap manusia mungkin punya cara adaptasi berbeda beda, ada yang mandiri, ada yang harus dirangkul dan ada yang susah diajak adaptasi. Mungkin saya termasuk orang yang tak bisa menyatu dengan lingkungan baru dengan cepat, dikarenakan karakter pemalu itu harus ada yang membantu menyatukan diri saya terhadap lingkungan tersebut hehehe.

Nah, sebagai pembaca yang pastinya memiliki teman berkarakter di atas, STOP! Untuk merendahkan teman temannya yang mungkin TERLAMBAT untuk bisa membuktikan kualitasnya. Kita sebagai teman diharuskan mendorong akan cita cita, keinginan mereka, kita tak tahu beberapa waktu kedepan,dia bisa ada di atas kita.

Coba renungi arti dari surat Al-Hujurat ayat 11 ini

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”


Gimana? Yuk, Jadi manusia yang saling memotivasi!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Minder?